Staf Khusus Kepresidenan bidang Bencana Alam, Andi Arief, menegaskan Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk tahun 2011 bukan untuk mencari piramida. Namun tim ini mencari data bencana di masa lalu.
"Ada simpang siur di luar, kita tidak cari piramida, tapi cari data kegempaan," ujar Andi dalam diskusi bertajuk 'Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional' di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi cari bencana di masa lalu, nanti apakah berhubungan dengan temuan itu, serahkan ke ahli," ucap Andi.
Tim ini dibentuk pada 2011 lalu berdasar minat dan hobi para peneliti kebencanaan. Yang diteliti tim ini adalah terkait unsur peradaban dan bencana.
Penelitian yang dilakukan Tim BKP bukan pada sumber bencana langsung, tapi pada peninggalan purba. Selain itu tim juga akan mencari pusat peradaban di masa kerajaan seperti Majapahit, Sriwijaya, Sunda dan Galuh yang belum ketahuan.
(nvt/lia)










































