"Kalau pada kisaran Rp 1,5-2 juta ya bisa diterima lah," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).
Menurut Pramono, kursi untuk anggota Banggar DPR memang harus nyaman. Karena sama dengan anggota DPR lainnya, menurut Pramono, anggota Banggar duduk di kursi kerjanya lebih dari 10 jam sekali rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kursi impor ruang Banggar DPR dibongkar Kamis (2/2) malam lalu. Penggantinya, mebel lokal seharga Rp 2 juta per unit.
"Kursi lokal sudah banyak tinggal nanti dipilih saja spesifikasinya. Sekitar 1,5 sampai 2 juta," ujar Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR, M Prakosa, kepada wartawan di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Namun sejauh ini hanya kursi impor yang dibongkar dari ruang Banggar DPR. Karpet seharga Rp 980 juta yang diimpor dari Amerika tidak akan diganti. Karena mempertimbangkan faktor kerusakan jika karpet dicopot.
"Karpet juga kalau dibongkar akan nyita waktu dan keluar biaya lagi. Untuk ke depan untuk ruang DPR harus memenuhi 2 syarat, tidak mewah dan tidak impor," kata dia.
Selain karpet, 3 unit LCD besar yang ada di ruang Banggar seharga Rp 1,9 miliar juga tidak diganti. Demikian juga dengan sistem IT yang menghabiskan anggaran Rp 7,5 miliar.
(van/nvc)










































