"Ya kan ini momentum ekonomi kita sedang bagus, kalau kita lihat makro ekonomi kita sangat baik kemudian performa kita diakui oleh lembaga dunia. Tapi SBY seringkali disibukkan hal kontraproduktif yang menganggu performa pemerintahan dan salah satu kita melihat beban presiden itu justru masalah internal Partai Demokrat," kritik Pramono.
Hal ini disampaikan Pramono melihat konstenrasi Presiden SBY yang terbelah angara memimpin pemerintah dan memimpin PD. Hal ini disampaikan Pramono kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini harus segera diselesaikan. Ya orang melihat bahwa Presiden harusnya lebih mementingkan masalah negara ketimbang masalah partai,"sarannya.
Pada Minggu (5/2) sore, Presiden SBY menggelar konferensi pers seputar permasalaham Partai Demokrat. Dalam penjelasannya, SBY mengaku kecewa karena citra PD terus merosot selama 8 bulan terakhir. SBY pun meminta DPP PD mencari solusi dan melakukan konsolidasi.
Dalam paparannya, SBY juga menegaskan tak ada penonaktifan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum dari posisinya. SBY pun secara resmi mencopot Angelina Sondakh yang sudah jadi tersangka dari jabatan Wasekjen PD. SBY juga mengimbau semua kader PD untuk menghormati proses hukum di KPK.
(van/nvc)











































