"Kalau tujuannya untuk mengatur, untuk membangun transparansi tapi sehat, dalam mengekspresikan diri tapi sehat dan bertanggungjawab, saya kira itu boleh-boleh saja," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Meski setuju hal itu diatur, Priyo mengingatkan kepada menkominfo bahwa hal itu akan sulit dilakukan. Sebab menurutnya dunia maya merupakan dunia yang tidak bisa dibatasi maupun diawasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Priyo akun Twitter anonim tersebut terkadang membuat repot pengguna lain. Sebab, penggunaan nama samaran yang digunakan mirip dengan nama tokoh atau publik figur.
"Hal ini tentu mengkhawatirkan semua," tuturnya.
Priyo juga menceritakan pengalamannya dalam menggunakan situs jejaring Twitter tersebut. Bahkan ada akun Twitter yang menggunakan namanya.
"Kalau saya sudah terbiasa. Ada satu, dua anonim yang menggunakan nama saya," ungkapnya.
Lalu apa yang dilakukan terhadap akun itu?
"Saya diamkan saja dan tidak saya baca. Ada satu yang namanya mirip sekali. Pertama saya baca, saya tertawa, tapi selanjutnya tidak saya baca lagi. Saya biarkan, tidak saya baca lagi, saya lewatkan. Saya tidak terganggu sama sekali," paparnya.
(mpr/van)










































