Polisi Depok Siap Hadapi Tuntutan Keluarga Sopir Angkot Hamid

Polisi Depok Siap Hadapi Tuntutan Keluarga Sopir Angkot Hamid

- detikNews
Senin, 06 Feb 2012 21:29 WIB
Depok - Kapolresta Kombes Pol Depok Mulyadi Kaharni membatah tewasnya Hamid Rolobessy (40) karena perlakuan kasar dari polisi. Menurutnya Hamid tewas karena terjatuh sendiri.

Mulyadi menuturkan, Hamid meninggal setelah turun dari lantai 5 Gedung Biru di Jalan Kali Malang, Jatimulya, Kota Bekasi, Sabtu (4/2/2012). Polreta Depok siap bila ada tuntutan dari pihak keluarga korban.

"Saya sudah periksa anggota reskrim saya yang ikut dalam penangkapan tersangka pencurian brankas. Kematian Hamid bukan karena siksaan, tapi kerena terjatuh sendiri, kemungkinan karena mabuk ataupun kelelahan setelah naik-turun gedung lima lantai," ujar Mulyadi Kaharni kepada detikcom di Mapolresta Depok Jalan Margonda Raya, sektor III, Senin (6/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamid adalah penjaga gedung. Ketika polisi bersama RI (35) tersangka pembobol brankas bank dan kantor datang, Hamid yang menemui petugas, sehingga diminta untuk menunjukan seluruh ruang di gedung lantai 5 tersebut. Dari gedung ini anggota reskrim menemui 12 orang yang kemudian 9 orang dibebaskan sedangkan 3 orang tersangka pencurian brankas di berbagai provinsi yaitu RB (38), Rat (35), dan JP (35) ditahan. Ketiga tersangka sekarang mendekam di tahanan Polresta Depok.

Mulyadi menambahkan, pihaknya mengetahui konsekuensi apabila melakukan tindakan kekerasan kepada tersangka. "Di era sekarang segala sesuatu harus transparan dan sesuai HAM. Jadi tidak mungkin kami melangggar HAM. Besar taruhannya bila kami melakukan kekerasan kepada siapa saja. Melakukan yang benar saja kami sering kerepotan apalagi melakukan kesalahan. Jadi kami sangat menjaga protap dalam melakukan tugas kami," papar Mulyadi.

Menurutnya, Polresta Depok menerima secara positif setiap keberatan yang dilakukan anggota masyarakat. "Bila ada ada tuntutan dari pihak keluarga kami anggap sebagai masukan kepada kami untuk kami lebih hati-hati dan teliti dalam bertugas," kata Mulyadi.

Mulyadi Kaharni meminta waktu untuk mendapatkan hasil otopsi jenazah Hamid dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Walau pihak keluarga sudah meminta agar jenazah Hamid dipulangkan ke kampung halaman di Maluku, namun Mulyadi Kaharni tetap merasa perlu dilakukan otopsi. "Ini perlu agar kita mendapat pendapat ahli dari penyebab kematian korban. Sehingga dikemudian hari tidak ada yang mengungkit-ungkit kembali,"tandasnya.

(van/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads