Mulyadi menuturkan, Hamid meninggal setelah turun dari lantai 5 Gedung Biru di Jalan Kali Malang, Jatimulya, Kota Bekasi, Sabtu (4/2/2012). Polreta Depok siap bila ada tuntutan dari pihak keluarga korban.
"Saya sudah periksa anggota reskrim saya yang ikut dalam penangkapan tersangka pencurian brankas. Kematian Hamid bukan karena siksaan, tapi kerena terjatuh sendiri, kemungkinan karena mabuk ataupun kelelahan setelah naik-turun gedung lima lantai," ujar Mulyadi Kaharni kepada detikcom di Mapolresta Depok Jalan Margonda Raya, sektor III, Senin (6/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulyadi menambahkan, pihaknya mengetahui konsekuensi apabila melakukan tindakan kekerasan kepada tersangka. "Di era sekarang segala sesuatu harus transparan dan sesuai HAM. Jadi tidak mungkin kami melangggar HAM. Besar taruhannya bila kami melakukan kekerasan kepada siapa saja. Melakukan yang benar saja kami sering kerepotan apalagi melakukan kesalahan. Jadi kami sangat menjaga protap dalam melakukan tugas kami," papar Mulyadi.
Menurutnya, Polresta Depok menerima secara positif setiap keberatan yang dilakukan anggota masyarakat. "Bila ada ada tuntutan dari pihak keluarga kami anggap sebagai masukan kepada kami untuk kami lebih hati-hati dan teliti dalam bertugas," kata Mulyadi.
Mulyadi Kaharni meminta waktu untuk mendapatkan hasil otopsi jenazah Hamid dari RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Walau pihak keluarga sudah meminta agar jenazah Hamid dipulangkan ke kampung halaman di Maluku, namun Mulyadi Kaharni tetap merasa perlu dilakukan otopsi. "Ini perlu agar kita mendapat pendapat ahli dari penyebab kematian korban. Sehingga dikemudian hari tidak ada yang mengungkit-ungkit kembali,"tandasnya.
(van/van)











































