Jika Jadi Raja Indonesia, 'Triliuner' Malaysia Punya 800 Dayang

Jika Jadi Raja Indonesia, 'Triliuner' Malaysia Punya 800 Dayang

- detikNews
Senin, 06 Feb 2012 18:08 WIB
Jika Jadi Raja Indonesia, Triliuner Malaysia Punya 800 Dayang
Jakarta - Darah bangsawan dan harta melimpah. Dua hal ini diklaim dimiliki oleh Kamal Ashnawi. Bahkan jika dia menjadi raja di Indonesia, dia akan memiliki 800 dayang. Dari klaimnya itu, warga negara Belanda yang lahir di Malaysia ini memang sungguh beruntung.

Dikutip dari www.malaysiandigest.com 26 Januari 2012, Kamal mengaku dirinya adalah keturunan raja di Indonesia dan China. Pria itu juga mengaku pangeran dari India.

Sebagai keturunan raja di Jawa, Kamal memiliki nama berbau Jawa: Raden Mas Prabhu Gusti Agung Ki Asmoro Wijoyo. Kamal diramal oleh seseorang akan menjadi 'raja' Indonesia dengan mengusung nama 'Paduka Pangeran Ratu Ekatat Gusti Agung Sri Maharaja Prabhu Hyang Ida Bathara Svambhu Raden Mas Ki Asmoro Wijoyo' atau 'Paduka Shah Alam Khalifatullah Tengku Kamal Ashnawi Putra Al-Rasyid Maliqul Muqsith Syed Putra Alam Shah'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raden adalah gelar mulia yang diberikan secara otomatis kepada keturunan kedua hingga ketujuh dari raja yang telah memerintah Jawa. Menurut ramalan yang didengar Kamal, dia akan menjadi 'raja' di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang melalui upacara penobatan agung.

Bahkan di kartu namanya, nama yang dicantumkan adalah namanya yang demikian panjang: Yang Dipertuan Besar Paduka Shah Alam Tengku Khalifatullah Kamal Ashnawi Putra Al-Rashid Malikul Muqsith Syed Putra Alam Shah Amirul Mukminin @ Ratu Adil Raden Mas Prabhu Gusti Agung Ki Asmoro Wijoyo Adiputra Batara Guru. Kartu nama itu berwarna kuning. Ada gambar naga dalam kartu tersebut dan ada tulisan 'Emperor Kamal'.

Sepertinya Kamal sangat menikmati hidup dengan bergelimang harta. Kamal mengatakan dirinya melakukan perjalanan eksklusif dengan pesawat jet pribadi dan menikmati statusnya sebagai lajang. Dia mengklaim memiliki delapan 'dayang' yang akan memenuhi apapun keinginannya.

Dalam sesi wawancara dengan wartawan, Kamal mengatakan jika dia dinobatkan sebagai Kaisar Indonesia, maka dia akan memiliki 800 dayang dan 1.200 pengawal yang akan menemaninya. Tak hanya itu, dia juga akan memiliki delapan pesawat pribadi.

Siapa Kamal?

Kamal adalah pria berusia 42 tahun yang lahir di Tanjung Malim, Perak, Malaysia. Setelah menamatkan pendidikan menengahnya dari Sekolah Shah Alam, dia melajutkan pendidikannya di Dartmouth College, Inggris. Kamal belajar Teknik Kelautan di sana.

Dia lantas melanjutkan studi di Delft TU, Belanda. Sejak itu, selama 20 tahun, Kamal tinggal di Belanda. Kamal bekerja sebagai konsultan di Royal Shell dan Sierra Petroleum. Pengalamannya dalam bidang minyak dan gas kian luas setelah bekerja dengan beberapa perusahan EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning) di Eropa dan AS.

Kamal juga mengaku sebagai Presiden dan CEO Sierra Petroleum Sdn Bhd. Perusahaan ini bergerak secara eksklusif dalam memperoleh, mengembangkan, memanfaatkan serta memproduksi minyak dan gas bumi. Sierra Petroleum juga mengelola dan menangani berbagai dana di pasar keuangan internasional. Perusahaan ini mencakup Afrika, Oceania, Asia, Eropa and Amerika.

Meninggalkan Eropa, Kamal berencana mengembangkan pusat industri minyak berkelas dunia di Malaysia dan beberapa wilayah Asia.

Dalam wawancara dengan Mingguan Malaysia, Kamal menyebut dirinya adalah triliuner karena memiliki rekening 5 triliun Euro. Klaimnya diperkuat dengan salinan laporan bank dari HSBC di London. Saat ini, media di Malaysia masih menunggu respons dari HSBC Holdings plc yang berkantor pusat di London, untuk mendukung atau menolak klaim Kamal.

Kamal menjelaskan kekayaannya berasal dari warisan kerajaan melalui rekening di Jaminan Utang Gabungan Internasional dari Fasilitas Utang Global (Combined International Collateral Accounts of the Global Debt Facility) pada 1875. Kamal menyebut dirinya pemilik rekening gabungan dan arbiter tunggal aset kerajaan.

"Ini adalah jumlah kumulatif dari aset generasi sejak 1.500 tahun lalu," kata Kamal menjelaskan bagaimana seseorang memiliki kekayaan dalam jumlah yang fantastis itu.

Harta itu terkumpul karena pada 1875 keluarga kerajaan dan beberapa negara di bawah pemerintahan kolonial menggabungkan hartanya dalam satu akun gabungan. Nantinya harta ini akan digunakan untuk kepentingan semua bangsa di dunia.


(vit/nrl)


Berita Terkait