"Saya biasanya jualan makanan kecil di sini," kata warga setempat, Pipit (37), kepada wartawan, Senin, (6/2/2012).
Bagi Pipit, pagi ini adalah hari terakhir menjual makanan dan gorengan. Dia dan puluhan warga setempat mendengar rencana gusuran tersebut sejak dua minggu lalu. Dia tidak menyangka, pagi ini adalah hari terakhir dia berdagang di atas lahan kumuh tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah bayar kontrakan selama setahun," tutur Pipit.
Di atas lahan 3,3 hektar ini, ratusan orang dengan berbagai latar belakang pekerjaan berkumpul. Pemulung, pengemis, pedagang kaki lima, hingga kuli bangunan bertahan hidup. Usai digusur, mereka lagi-lagi tak punya harapan tinggal.
"Ya paling tinggal dibawah kolong jembatan," ungkap seorang pemulung, Suwarti (41).
Menurut Kasie Ops Satpol PP Jakarta Timur, Sri Mawardi Zuchri, di atas lahan tersebut akan dibangun kantor Pemadam Kebakaran. Aparat mengaku telah melakukan sosialisasi secara terus menerus sebelum penggusuran hari ini dimulai.
"Suasana penggusuran dan kondisi sangat kooperatif, tidak ada perlawanan," kata Mawardi di lokasi.
(asp/nvt)











































