Pramono: Masalah Internal PD Bikin Pamor Melorot

Pramono: Masalah Internal PD Bikin Pamor Melorot

- detikNews
Senin, 06 Feb 2012 13:16 WIB
Pramono: Masalah Internal PD Bikin Pamor Melorot
Jakarta - Politisi PDIP Pramono Anung menilai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang melansir elektabilitas Partai Demokrat (PD) yang kian melorot, akibat masalah internal PD. Menurutnya, survei sangat tergantung waktu dan momentum saat responden dimintai pendapat.

"Saya melihat peristiwa yang terjadi di berbagi hal, terutama dalam persoalan internal PD tentunya sangat berarti untuk menurunkan respons publik terhadap partai tersebut," kata wakil ketua DPR ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).

Namun, Pramono enggan mengomentari lebih lanjut masalah tersebut sebab sudah merambah masalah internal partai masing-masing. "Tetapi tidak etis saya mengomentari apa yang terjadi dalam internal PD," tutur Pramono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa pernah dialami oleh partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut. Yaitu saat 2008-2009, banyak kader PDIP terseret KPK pada kasus cek travel untuk pemilihan Miranda Gultom. Sebab, survei sangat tergantung waktu dan momentum,

"PDIP pernah mengalami tahun 2008-2009 di mana PDIP survei paling tinggi. Tapi karena kasus traveller's cheque, jadi turun sangat drastis," terang Pramono.

Namun, PD masih punya napas 2,5 tahun untuk memperbaiki diri hingga datang Pemilu 2014. Surevi yang terjadi saat ini karena pengaruh gonjang-ganjing yang mendera PD dua bulan terakhir. "Ini masih ada waktu 2,5 tahun ke depan. Masih bisa terjadi banyak hal," ungkap alumni ITB Bandung ini.

LSI pada Minggu (5/2) melansir hasil survei elektabilitas PD yang kian melorot. Dalam survei tanggal 21 Januari-22 Februari 2012 ini, elektabilitas PD hanya 13,7 persen. Partai berlambang bintang mercy ini berada di urutan 3, di bawah Golkar yang berada di urutan 1 dengan suara 18,9 persen dan PDI Perjuangan di urutan 2 dengan suara 14,2 persen.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads