Tak Punya Alat, RS MMC Tak Pernah Kaji Pencemaran Merkuri

Tak Punya Alat, RS MMC Tak Pernah Kaji Pencemaran Merkuri

- detikNews
Kamis, 29 Jul 2004 14:36 WIB
Jakarta - RS MMC hanya melakukan operasi benjolan yang diderita warga Buyat, Rasyid Rahmat tanpa melakukan pemeriksaan pencemaran merkuri. Pasalnya, tidak memiliki alat untuk mendeteksi pencemaran tersebut."Telah terjadi mispersepsi dari penjelasan humas kami beberapa waktu lalu. Yang sebenarnya adalah, pihak RS MMC tidak pernah melakukan pemeriksaan laboratorium mengenai adanya pencemaran logam terhadap pasien karena kita tidak punya alatnya," kata Direktur RS MMC Dr Muki Reksoprodjo kepada dalam jumpa pers di ruang rapat direksi MMC, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2004).Klarifikasi RS MMC ini menjawab somasi yang diajukan LBH Jakarta yang dipicu pernyataan dr.May Hizrani, humas RS MMC, yang menyatakan, benjolan yang tumbuh di tengkuk Rasyid adalah kelenjar lemak yang berada di bawah kulit. Kelenjar itu membesar karena sumbatan, biasanya disebut kista atheroma.Benjolan seperti itu bisa diderita oleh semua orang dan tidak ada kaitannya dengan pencemaran. "Yang kita lakukan sesuai dengan perjanjian kuasa hukum para pasien yaitu LBH Kesehatan, kita melakukan pemeriksaan medis atau pemeriksaan anatomi. Penyakit apa, berasal darimana dan jenis jaringannya," ujarnya.Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Muki, diketahui bahwa salah seorang pasien bernama Rasyid rahmat (38) ditemukan adanya kista atheroma yang disebabkan sumbatan lemak dibawah kelenjar kulit dan sudah dilakukan operasi serta diangkat seluruhnya."Kista atheroma bisa terjadi pada siapa saja dengan atau tanpa adanya pencemaran," tandasnya. Muki mengatakan hasil pemeriksaan medis tersebut akan dikeluarkan secara resmi dalam dua hari ini. "Tetapi tidak terkait penilaian ada atau tidak pencemaran," kata Muki.Apa dalam pemeriksaan diketahui ada unsur pencemaran merkuri?"Kami belum pernah mengkaji soal pencemaran merkuri, sebab MMC bukan RS yang mempunyai kemampuan untuk memeriksa bahan toksic. Maunya sih kita periksa, tetapi siapa yang bayar dan disini juga tidak ada alatnya," demikian Muki.MembaikRasyid Rahmat (38), warga Buyat mengaku kondisinya semakin membaik setelah tim dokter MMC mengangkat benjolan ditengkuknya. "Sudah mendingan dibanding sebelum masuk MMC. Kepala sudah enakkan digerakkan. Tetapi di bagian tangan masih mati rasa," kata Rasyid yang saat ditemui detikcom masih mengenakan pakaian rumah sakit warna biru di ruang 308, kelas III, RS MMC.Selain Rasyid, di RS MMC juga dirawat tiga warga Buyat lainnya, yakni Juriyah (42) dan anaknya Sri Fika (1,9) serta Masna Stirman (39). (aan/)


Berita Terkait