"Kita minta Sekjen DPR segera merealisasikan finger print. Ini untuk melengkapi absensi kehadiran anggota DPR yang selama ini hanya dengan tanda tangan," ujar ketua BK DPR M Prakosa saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/2/2012).
Menurut Prakosa, dengan digunakannya finger print diharapkan tidak ada lagi anggota DPR yang bolos atau nitip absen saat rapat paripurna. Selama ini BK sering menemukan adanya absen berupa tanda tangan anggota dewan tetapi yang bersangkutan tidak pernah hadir di ruang sidang.
"Seringnya anggota dewan hanya hadir di sidang paripurna saat pengambilan keputusan, tetapi kalau paripurna biasa banyak yang titip absen. Nah dengan finger print tidak akan bisa lagi titip absen," terangnya.
BK sendiri menyerahkan sepenuhnya mengenai alat finger print yang akan digunakan di gedung Nusantara II DPR. Namun BK meminta Sekjen dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR untuk segera merealisasikan hal tersebut.
"Selain itu mekanisme sidang paripurna juga perlu diatur sedemikian rupa, sehingga semua anggota dewan bisa hadir. Kalau hanya paripurna pembukaan masa sidang saya kira tidak perlu. Makanya nanti perlu diatur juga mengenai aturan sidang paripurna," imbuh politisi PDI Perjuangan ini.
(her/her)











































