"Pernyataannya sudah sangat tegas, jelas dan menjawab semua pertanyaan selama ini demi menyelamatkan partai. Jangan lagi ada upaya-upaya untuk membelokkan masalah hukum ke arah seolah-olah ada konflik internal di tubuh Demokrat. Semua kader PD harus menjalankan semua arahan dari Kawanbin tersebut," ujar Marzuki kepada detikcom, Senin (6/2/2012).
Pidato SBY itu menurut Marzuki juga merupakan teguran yang sangat keras kepada kader-kader yang melanggar etika politik PD. Marzuki pun mengimbau semua kader PD untuk tidak melempar intrik politik sambil menunggu tuntasnya pengusutan kasus Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta agar kader partainya tidak mudah terprovokasi dengan gencarnya serangan terhadap PD. SBY pun meminta agar politik internal dihentikan.
"Saya dengar ada gerakaan politik internal, itu tidak perlu," ujar SBY ketika menggelar konferensi pers di kediamannya, di Puri Cikeas, Bogor, Minggu (5/2).
SBY mengakui suara PD makin hari semakin melorot. Menurutnya, itu fakta dan realitas, dan ia tidak akan membantahnya.
"Aklibat gencarnya pemberitaan media massa, survei juga mengatakan dukungan politik terhadap Demokrat menurun. Itu fakta, dan itu realitas," terang SBY.
SBY juga menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk menonaktifkan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Namun SBY meminta Anas untuk memberikan penjelasan kepada publik menyangkut isu terkini Partai Demokrat, tidak pasif ataupun tiarap. SBY juga mengimbau kader PD untuk tidak terjebak dalam intrik internal yang merugikan PD sendiri.
(van/her)











































