"Kalau disebut ada pemborosan, saya kira tidak berdasar. Semua yang ada itu rasional dan telah dikomunikasikan dengan DPR, termasuk pembelian pesawat," kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian A Pasha, kepada detikcom, Minggu (5/2/2012).
Dia menambahkan, Presiden SBY pun selalu mengingatkan jajaran pemerintahan agar melakukan efisiensi anggaran. SBY mengimbau agar dilakukan upaya penghematan anggaran belanja untuk hal yang tidak perlu. Tidak ada alasan pemerintah melakukan pemborosan.
"Yang ditekankan Pak Presiden adalah melakukan pengematan, khususnya efisiensi. Mengeluarkan anggaran hanya yang sangat diperlukan, yang tidak urgent tidak perlu pengeluaran," jelas Julian.
"Mungkin kalau dilihat nominal saja besar, tapi secara keseluruhan ada penghematan di sana," sambungnya.
Terkait pembelian pesawat kepresidenan yang disebut FITRA, Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM dan Komite Peyelidikan dan Pemberanatasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, sebagai 'bermewah-mewahan', Julian menampiknya. Sebab soal pembelian ini sudah ada penjelasan berkali-kali bahwa jauh lebih murah membeli pesawat kepresidenan ketimbang menyewa.
"Sudah ada penjelasan berkali-kali. Soal ini Sekretariat Negara yang bisa menjelaskan lebih rinci," tambah Julian.
Sedangkan soal utang pemerintah pada zaman pemerintah Megawati ke zaman pemerintah SBY mengalami kenaikan sebesar Rp 705 triliun, Julian belum bisa mengkonfirmasi. Sebab menurutnya perlu penghitungan dan penelaahan.
"Perlu dilihat juga bagaimana cara melihat. Tidak bisa dengan serta merta. Ada hal lain yang harus juga dilihat dan diperhatikan," sambung Julian.
Sebelumnya FITRA cs menyebut utang Indonesia pada 2012 mencapai Rp 1.937 triliun. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang besarnya Rp 1.803 triliun. Utang pemerintah pada zaman pemerintah Megawati ke zaman pemerintah SBY mengalami kenaikan sebesar Rp 705 triliun. Posisi utang pada masa Megawati sebesar Rp 1.232 triliun pada tahun 2003. Sedangkan posisi utang pada masa pemerintah SBY sebesar Rp 1.937 triliun pada tahun anggaran 2012.
FITRA cs juga mengatakan pengelolaan utang oleh pemerintahan SBY sangat amburadul dan mengecewakan. Alasannya antara lain utang dipakai untuk 'bermewah-mewahan' untuk memenuhi pembelian fasilitas para pejabat negara. Misalnya saja pembelian pesawat Kepresidenan dengan konsep green aircraft dengan alokasi anggaran sebesar Rp 526 miliar.
(vit/lh)











































