"Kita sangat menyesalkan, oknum-oknum ini orang intelek dan sadar hukum. Pilot adalah orang yang taat pada aturan. Ini menjadi pertanyaan buat kita semua kenapa mereka sampai seperti ini," kata Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (4/2/2012).
Tentunya berkaca dari kasus yang menimpa SS dan HA yang tertangkap lebih dulu di sebuah hotel di Makassar awal Januari 2012, peristiwa tersebut menjadi beban tersendiri bagi Lion Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edward menolak bila ada desakan yang meminta Lion Air ditutup sementara guna menyaring para para pilot yang ditengarai mengkonsumsi narkoba.
"Jangan mencari tikus di dalam lumbung, lumbungnya dibakar. Itu tidak rasional," jawan Edward.
Pihaknya enggan menggantungkan nasib 650 pilot hanya karena dua kasus pilot yang tertangkap tangan mengkonsumsi kristal haram.
"Mari kita cari pelaku, pengedarnya, dan komitmen kami itu jelas," tegasnya.
SS ditangkap di Hotel Garden Palace kamar 2019 pada pukul 03.30 WIB dengan barang bukti 0,04 gram dan alat hisap sabu. SS rencananya akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.
Saat ditangkap di kamar itu bersama SS ada 3 temannya. Mereka tengah bermain kartu. Hasil pemeriksaan urine hanya SS yang positif mengkonsumsi sabu, 3 temannya yang lain negatif.
SS rencananya akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.
(ahy/mpr)











































