DPP Golkar: Polisi Salah Langkah Tangani VCD Pro-Mega
Kamis, 29 Jul 2004 13:10 WIB
Jakarta - Seorang kader Partai Golkar, Puji Raharjo, telah dijadikan sebagai tersangka pembocor VCD pro-Mega. Ketua DPP Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf menilai kepolisian telah salah langkah dalam menangani kasus ini."Itu salah langkah dan salah tangkap (Puji belum ditangkap, red). Seharusnya Puji itu dikasih hadiah karena mengungkap pelanggaran UU. Seharusnya ia diberi hadiah oleh Kapolri karena bisa mengungkap pelanggaran yang dilakukan polisi dan menjerumuskan polisi," kata Slamet.Slamet, yang ditemui usai jumpa pers selaku ketua tim sukses Wiranto-Salahuddin Wahid di Hotel Sahid Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Kamis (29/7/2004), menyatakan telah menginstrusikan kepada pengurus Golkar di daerah untuk membela Puji."Kita sudah menginstruksikan untuk membela yang benar. Kita minta kepada pimpinan di daerah dan AMPG di daerah untuk melakukan pembelaan karena Puji kader kita juga," jelasnya. Menurut Slamet, yang mestinya yang harus diperiksa adalah pejabat kepolisian yang melakukan pengarahan sebagaimana terekam dalam VCD tersebut. Sebab pejabat tersebut telah bertindak tidak netral dalam pemilu presiden putaran pertama yang lalu."Sebagai aparatur pemerintah yang netral, lo kok melakukan itu. Sudah begitu ada unsur adu domba antarangkatan. Polisi memang sering salah tuding. Saya heran polisi untuk mengusut begini nggak bisa. Lalu apa bisanya. Pelanggarannya sudah jelas," demikian Slamet Effendy Yusuf.
(gtp/)











































