Korban pertama adalah Aan Nurdiana Febrianto. Bocah malang tersebut hanyut di saluran irigasi tak jauh dari rumahnya di Desa Malanggaten, Kebakramat, Karanganyar, sekitar pukul 12.30 WIB. Dia terbawa arus deras di sungai irigasi yang bermuara di Bengawan Solo, ketika sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar saluran irigasi.
Sedangkan korban kedua Benaya Edo Narwastu, warga Jalan Krakatau 13, Busukan, Mojosongo, Jebres, Solo. Benaya hanyut usai bermain bola bersama 13 temannya di Benowo, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jumat Sore.
Menurut saksi, setelah bermain bola Benaya dan 13 temannya menceburkan diri ke sungai Benowo yang merupakan anak Sungai bengawan Solo. Mendadak dari arah hulu datang aliran deras yang menyeret mereka. Mereka panik dan berusaha menyelamatkan diri masing-masing. 11 orang dari mereka berhasil menepi.
Sementara tiga anak lainnya terus terhanyut. 2 dari mereka berhasil diselamatkan warga setelah terhanyut lebih dari 2 km dari lokasi kejadian. Sedangkan seorang lainnya, yaitu Benaya, terus terhanyut.
"Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran untuk mencari kedua bocah yang hanyut tersebut. Lokasi pencarian dilakukan di beberapa titik di sepanjang aliran anak sungai tersebut hingga di titik pertemuan anak sungai dengan aliran utama Bengawan Solo, namun hingga Jumat malam ini belum diketemukan" papar Kordinator SMC SAR Karanganyar, David Reka Lamuna.
David juga mengatakan bahwa saat ini pencarian untuk sementara dihentikan karena kondisi lokasi yang gelap. Operasi pencarian akan dilanjutkan Sabtu besok. Namun malam ini tim SAR gabungan tetap bersiaga mendirikan pos-pos penjagaan di sejumlah titik.
(mbr/fjp)











































