Pasca Ledakan di KPU, Kepala BIN Akui Kecolongan
Kamis, 29 Jul 2004 12:33 WIB
Jakarta - "Memang susah memagari rumah agar tikus jangan masuk. Kita cari saja sarangnya. Makanya bantuin dong, legalitasnya saja tidak ada," kata Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono saat ditanya ledakan di kantor KPU. Demikian disampaikan Kepala BIN Hedropriyono menjawab pertanyaan wartawan apakah BIN merasa kecolongan atas kasus ledakan KPU, usai menghadiri pelantikan para dubes di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/7/2004).Ledakan terjadi di toilet wanita, lantai I, gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (26/7/2004) siang. Ledakan terjadi saat KPU menggelar pleno penetapan hasil suara dalam pilpres putaran pertama. Hendropriyono menyesalkan hingga kini UU Intelijen belum terbentuk. "Jadi ada kendala hukum yang terlalu besar, karena kita masih menggunakan criminal justice system. Kalau belum ada yang melakukan maka belum bisa ditangkap," ungkapnya. Menurut dia, kepolisian masih terus mengusut kasus ledakan di kantor KPU.
(aan/)











































