Bentrok Sengketa Lahan, Warga Perbatasan Sumut-Riau Mengungsi

Bentrok Sengketa Lahan, Warga Perbatasan Sumut-Riau Mengungsi

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2012 13:58 WIB
Pekanbaru - Pasca bentrok dengan pamswakarsa PT MAI, warga perbatasan Sumatera dan Riau, mengungsi. Selain menghindari tekanan dari pihak perusahaan, mereka khawatir bentrok terjadi lagi.

"Sejak kemarin, masyarakat berbondong-bondong meninggalkan kampung. Mereka mengungsi ke tempat sanak famili karena masih ada tekanan dari oknum dan pamsawakarsa perusahaan," kata kuasa hukum masyarakat, Mohammad Nasir kepada detikcom, Kamis (3/2/2012).

Nasir memastikan di lokasi bentrok, tidak ada lagi masyarakat. Sebab, masyarakat trauma dengan kejadian yang mengakibatkan beberapa warga tertembak tersebut.

"Tidak benar jika hari ini ada bentrok lagi. Justru saat ini masyarakat mengungsi untuk menghindari bentrok," kata Nasir.

Nasir menambahkan seluruh korban yg tertembak personel Brimob sudah menjalani operasi pengangkatan peluru. Tapi hingga saat ini, mereka masih dirawat di RS dan belum diizinkan pulang. Pihak keluarga juga masih menunggui mereka.

Ketika ditanya apa kasus penembakan sudah dilaporkan, baik ke Pemprov Riau maupun DPRD setempat, Nasir menyebut pihaknya masih berkonsentrasi terhadap penanganan korban. "Kalau (korban) sudah pulih, baru kami lapor ke pemprov dan DPRD, termasuk soal tapal batas yang belum selesai," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, bentrokan terjadi saat 200 warga Batang Kumu, Tapsel mendatangi karyawan PT MAI yang tengah bekerja di lahan yang bersengketa pada Kamis (2/2). Massa membawa senjata tajam berupa parang dan cangkul. Mereka meminta karyawan PT MAI menghentikan pekerjaan mereka. Namun permintaan itu tidak diamini. Bentrokan pun terjadi.

Akibat bentrokan ini, 2 satpam mengalami luka bacok. 4 Brimob yang berupaya melerai bentrokan ini pun ikut terluka. Untuk mencegah massa yang semakin beringas, Brimob menembakkan peluru karet dan hampa ke kaki dan paha 6 warga Batang Kumu. Hingga akhirnya massa membubarkan diri.

(cha/nvt)


Berita Terkait