"Ini offside. Panglima harus menegur," kata Direktur Eksekutif Institute for Defense Security dan Peace Studies (IDSPS), Mufti Makaarim, dalam jumpa pers di kantor KontraS, Jl Borobudur, Jakpus, Jumat (3/2/2012).
Kritik Mufti itu terkait dengan pernyataan Waris bahwa ia akan "mewakafkan jasad"-nya jika demonstrasi belangsung anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya polisi masih bisa menangani sendiri. Polda Metro kan punya jaringan dengan polda-polda terdekat," ujarnya.
Ketua Nasional Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Anwar Sastro Ma'ruf, menilai pernyataan Waris itu semakin mempertegas tidak ada perubahan signifikan dari TNI setelah reformasi.
"TNI masih tetap alat penjaga modal, ketimbang alat menjaga kedaulatan bangsa," ujarnya.
Wakil Presiden DPP Konferedasi Serikat Nasional, Mukhtar Guntur Kilat, menilai pernyataan Waris itu tidak layak dikeluarkan oleh seorang pemimpin TNI yang merupakan alat negara.
"Itu pernyataan memalukan sekaligus memilukan," ujar pria berambut gondrong itu.
(lrn/aan)











































