Panglima TNI Harus Tegur Pangdam Jaya

Panglima TNI Harus Tegur Pangdam Jaya

- detikNews
Jumat, 03 Feb 2012 12:33 WIB
Jakarta - Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono tidak boleh diam saja melihat anak buahnya, Pangdam Jaya Mayjen Waris, mengeluarkan pernyataan di luar asas profesionalitasnya. Karena itu, Panglima harus menegur Waris.

"Ini offside. Panglima harus menegur," kata Direktur Eksekutif Institute for Defense Security dan Peace Studies (IDSPS), Mufti Makaarim, dalam jumpa pers di kantor KontraS, Jl Borobudur, Jakpus, Jumat (3/2/2012).

Kritik Mufti itu terkait dengan pernyataan Waris bahwa ia akan "mewakafkan jasad"-nya jika demonstrasi belangsung anarkis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menilai kehadiran pasukan TNI dalam gelar pasukan penanganan unjuk rasa di parkir Timur Senayan kemarin juga menyalahi ketentuan. Sebab, pelibatan TNI harus berdasarkan permintaan Polri dan penilaian situasi di lapangan.

"Seharusnya polisi masih bisa menangani sendiri. Polda Metro kan punya jaringan dengan polda-polda terdekat," ujarnya.

Ketua Nasional Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Anwar Sastro Ma'ruf, menilai pernyataan Waris itu semakin mempertegas tidak ada perubahan signifikan dari TNI setelah reformasi.

"TNI masih tetap alat penjaga modal, ketimbang alat menjaga kedaulatan bangsa," ujarnya.

Wakil Presiden DPP Konferedasi Serikat Nasional, Mukhtar Guntur Kilat, menilai pernyataan Waris itu tidak layak dikeluarkan oleh seorang pemimpin TNI yang merupakan alat negara.

"Itu pernyataan memalukan sekaligus memilukan," ujar pria berambut gondrong itu.


(lrn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads