"Yang saya tahu ketika mereka bertemu dalam pemeriksaan, Afriyani dan teman-temannya tidak saling menyalahkan," ujar Efrizal selaku kuasa hukum Afriyani kepada wartawan, Jumat (3/1/2012).
Efrizal mengaku tidak pernah mendengar atau melihat Afriyani dan tiga temannya berbincang. Bahkan, kata dia, Afriyani dan tiga temannya jarang bertemu saat diperiksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat bertemu dalam tes psikologi itu, kata Efrizal, Afriyani dan teman-temannya saling berpelukan. Hal itu menyiratkan bahwa Afriyani tidak bermasalah dengan teman-temannya pasca kecelakaan.
"Saat ketemu, dia menunjukkan solidaritas, saling pelukan dan mereka menangis," tambah dia.
Menurut dia, Afriyani dan teman-temannya menyikapi peristiwa itu sebagai suratan takdir. "Ini sudah suratan takdir masing-masing dan tidak ada yang saling menyalahkan," kata dia.
Baik Afriyani dan teman-temannya, kata dia, "Semuanya saling memaafkan,".
Bahkan lanjut dia, Afriyani ingin melindungi teman-temannya. Afriyani tidak ingin teman-temannya ikut dipenjara gara-gara dia.
"Hanya saya bilang, kalau mau lindungi, jangan berbohong nanti malah dijerat keterangan palsu. Lebih baik ceritakan apa adanya," tutup Efrizal.
(ahy/ahy)










































