"Saya cuma mengarahkan, sekjen yang melaksanakan. Harga dikurangi kursi, layar apa itu yang bergelombang itu masih Rp 14,5 miliar. Saya bilang Rp 14,5 miliar masih mahal. Peralatan IT-nya itu sampai Rp 7,5 miliar. Bisnis IT itu bisnis tisani, bisnis tipu sana tipu sini. Saya sampaikan kita jangan dikendalikan tender, dikendalikan konsultan," kata Ketua DPR Marzuki Alie, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/2/2011).
Marzuki meminta Setjen DPR membahas pembongkaran kembali perangkat ini dengan konsultan. Karena harga ruang baru Banggar DPR setelah pembongkaran kursi masih mencapai Rp 14 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marzuki berharap ruang baru Banggar dapat dipangkas habis kemewahannya. Agar paling tidak menyetarakan dengan ruang rapat lain di DPR.
"Saya bilang dikurangi saja. Makanya untuk IT ini harus banyak bertanya. Ada unsur ketidaktahuan user. Sampai sekarang saya masih ketua IT BUMN, waktu itu IT BUMN saya kelola paling Rp 200 juta, kalau diborongkan bisa Rp 10 miliar," tegasnya.
(van/ahy)










































