"Psikolognya gabungan, ada 14 orang," ujar Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Sumirat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Sumirat mengatakan ahli psikolog yang dilibatkan berasal dai BNN, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).
"Pertanyaan diajukan ketua tim MMPI. Saya sendiri tidak ikut dalam pemeriksaan ini," ujar Sumirat.
Dalam pemeriksaan psikologi ini, Afriyani diwawancari oleh tim. Pemeriksa menanyakan latar belakang Afriyani untuk mengetahui kondisi kejiwaannya saat ini.
"MMPI ini untuk mengetahui stabilitasnya bagaimana, kecenderungannya bagaimana, semacam itu lah," imbuh Sumirat.
Sumirat mengatakan, pemeriksa belum menyimpulkan hasil pemeriksaan. Pasalnya, Afriyani harus menjalani rangkaian pemeriksaan psikologi lanjutan hingga beberapa hari ke depan.
"Pemeriksaannya antara 3-4 hari lagi," pungkas dia.
Afriyani menjalani pemeriksaan kejiwaan di ruangan penyidik Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 09.45-17.15 WIB.
Kuasa hukum Afriyani, Efrizal mengatakan, Afriyani sempat shock saat ditanya mengenai kecelakaan yang menewaskan 9 pejalan kaki dan 3 lainnya luka-luka di Tugu Tani, Jakarta Pusat itu. Kecelakaan itu sepertinya terus membekas dalam pikiran Afriyani.
"Dia sangat shock mengingat kejadian itu," ujar Efrizal.
Afriyani juga kelelahan setelah melalui rangkaian pemeriksaan maraton itu. Pemeriksaan psikologi sebelumnya, Afriyani dicecar hingga 560 pertanyaan.
(mei/rdf)











































