Saddam Menderita Stroke
Kamis, 29 Jul 2004 10:40 WIB
Jakarta - Berita mengenai Saddam Hussein penuh kesimpangsiuran. Mantan presiden Irak itu dilaporkan menderita penyakit stroke dan bisa saja meninggal sebelum pengadilan atas kasusnya digelar. Hal tersebut diungkapkan salah seorang anggota tim hukum Saddam. Pengacara asal Yordania, Mohammed al-Rashdan, mengatakan kepada surat kabar Inggris, The Mirror, bahwa dari hasil pemeriksaan otak menunjukkan Saddam menderita stroke."Informasi kami adalah bahwa kondisi kesehatan dia sangat buruk," tukas al-Rashdan, yang tergabung dalam tim pengacara internasional yang mempersiapkan pembelaan untuk mantan diktator Irak itu."Kami yakin Saddam mungkin meninggal karena masalah kesehatannya ini," imbuh al-Rashdan. "Kami khawatir bahwa kami tidak akan memiliki klien," tuturnya seperti dilansir The Daily Telegraph, Kamis (29/7/2004)."Sesuai Konvensi Jenewa, kami berhak mendapatkan akses ke klien kami namun semua permintaan kami soal ini telah diabaikan," cetusnya.Berita ini sangat bertentangan dengan kabar sebelumnya yang disampaikan seorang menteri interim Irak yang mengunjungi Saddam di penjaranya. Menteri tersebut mengatakan bahwa meski kelihatan tertekan, namun kondisi kesehatan Saddam tampaknya baik-baik saja.Persidangan atas kasus Saddam kemungkinan baru akan dimulai beberapa bulan, atau bahkan mungkin beberapa tahun mendatang. Demikian menurut al-Rashdan.
(ita/)











































