Bayi perempuan itu digeletakkan begitu saja di halaman rumah Anang Sulistiyo (50), warga Perumahan Bumi Menoreh Alam di Jl Gayam Blok A2 Nomor 2 Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (2/1/2012). Saat ditemukan, bayi yang masih bertali pusar itu dibungkus selimut. Di dekatnya terdapat amplop berisi surat.
Awalnya, si pemilik rumah tidak menduga bungkusan di depan rumahnya adalah bayi. Suaranya seperti kucing mengeong. "Ternyata bayi," tutur tetangga Anang, Siti Koniah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telinga kirinya membentuk lafaz Allah," jelas Bidan Puskesmas Salaman, Dwi Daryanti.
Dwi menduga bayi itu sengaja ditinggalkan orang tuanya dengan harapan dirawat orang lain. Terbukti, di dekat bayi itu, ada surat. Bayi mungil yang lahir pada Rabu Wage itu diberi nama Salsabila Febriana.
"Mungkin karena kondisi ekonomi orangtuanya pas-pasan, atau faktor lain," pungkas Dwi Daryanti.
Berikut ini isi surat yang diduga ditulis oleh orang tua sang bayi:
Assalamualaikum.
Dengan terpaksa kami meletakkan anak ini di rumah bapak/ibu. Kami nggak punya biaya hidup. Kami pas-pasan. Anak kami yang lainnya juga masih kecil-kecil. Kami nggak tega kalau anak kami menderita dan nggak terurus.
Ini bukan anak haram. Ini anak kami yang sah. Kami suami istri yang sah, sebenarnya kami nggak tega berpisah dengan anak kami. Tapi kami lebih nggak tega kalau anak kami menderita bersama kami. Tolong sayangi anak kami seperti anak bapak/ibu lainnya.
Berilah pendidikan dan agama supaya jadi anak pintar dan saleh. Supaya kelak bisa membalas budi baik kepada ibu/bapak yang telah mengasuhnya.
Amin. Terima kasih kepada yang telah merawat/mengasuh anak saya ini. Semoga Allah akan membalas kebaikan ibu/bapak. Kami berjalan tak tentu arah selama 6 jam dengan menggendong anak ini. Hingga kami meletakkan di rumah ibu/bapak. Wassalam.
Nama: Salsabila Febriana
Lahir: Rabu Kliwon.
Surat ini saat ini masih diamankan petugas Polsek Salaman, Magelang. Kasus ini pun masih ditangani polisi.
(/vit)











































