Berikut 3 advokat papan atas yang 'turun kasta' versi detikcom, Kamis, (2/2/2012):
1.Humphrey Djemat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humphrey dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan 'kerajaan bisnis' advokat Gani Djemat. Menyelesaikan studi hukum di FH UI lalu ke Southern Methodist University, Dallas, Texas, USA, serta menggondol program doktor dari Universitas Padjadjaran.
Sebagai advokat profesional, biro hukumnya sudah mapan dengan klien perusahaan besar dan prospektif. Tetapi ia tidak lupa dengan kewajiban sosialnya, mengulurkan keadilan bagi masyarakat kecil seperti TKI bermasalah di luar negeri.
2. Hotma Sitompoel
Pengacara kawakan Hotma Sitompoel yang dikenal sebagai pengoleksi mobil mewah dan jam bermerek menyisihkan secuil rezekinya dengan membentuk LBH Mawar Saron. LBH ini memberikan bantuan kepada masyarakat kecil yang terjerat kasus hukum. Jasa hukum di LBH tersebut dilakukan tanpa dipungut biaya.
Selain membela masyarakat kecil, Hotma sudah dikenal menjadi pengacara kasus yang menyedot perhatian publik dan jasa advokatnya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan besar.
Saat ini, selain membela Rasminah yang dituduh mencuri 6 piring, Hotma juga juga menyempatkan jadi pengacara rakyat kecil seperti pencuri BH dan celana dalam. Itu dilakukan dia di tengah kesibukannya membela para koruptor seperti Sjahril Djohan dan Gayus Tambunan.
Meski tiap 2 tahun ia mengganti koleksi mobil mewahnya, tapi dia masih menyempatkan diri menjadi advokat untuk membela rakyat kecil.
3. David Tobing
Berkantor di jantung Jakarta, Wisma Bumiputera, Jalan Jenderal Sudirman, tidak segan David menggunakan ojek. Meninggalkan mobil Ford Adventure untuk memecahkan macet, mengejar agenda yang sangat padat.
Pria kelahiran 12 September 1971 silam, tidak takut melawan arus, melawan perusahaan besar seperti Telkomsel. Padahal, bagi pengacara pada umumnya, hal ini mengandung resiko serius yaitu ditinggal klien kelas kakap. David Tobing yang kini keteteran menyelesaikan program doktornya di FH UI juga bergeming saat tawaran miliaran rupiah datang ketika menangani kasus Susu Formula Berbakteri.
Join bersama partner teman semasa kuliah di UI, Agus Soetopo, kini kantor hukum Adams Consellor At Law menjadi 'mesin uang' untuk menghidupi 30-an anak buahnya. Tapi hal ini tetap membuatnya menginjak bumi dengan membela konsumen tanpa bayaran.
(asp/vta)











































