"Figur yang muncul untuk bakal cagub yakni Foke. Dia unggul dari segi popularitas dan kesukaan dibandingkan calon lain," ujar Ketua Puskaptis Husin Yazid dalam rilisnya kepada wartawan, Kamis (2/2/2012).
Menurut Husin, Foke unggul di popularitas 93,14 persen, angka kesukaan 51,2 persen. Kedua, Fadel Muhammad dengan angka popularitas 61,31 persen, kesukaan 33,38 persen, Ketiga, Prijanto dengan popularitas 57,90 persen, dan kesukaan 35,52 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kelompok calon wakil gubernur DKI Jakarta, urutan pertama Tantowi Yahya di popularitas 67,38 persen dan kesukaan 38,97 persen. Kedua, Triwisaksana di popularitas 36,93 persen dan kesukaan 24,31 persen, Ketiga, Lulung Lunggana 35,60 persen, dan kesukaan 22,45 persen.
Keempat, Wanda Hamidah 26,07 persen dan kesukaan 12,21 persen. Kelima, Boy Sadikin di popularitas 17,59 persen dan kesukaan 4,28 persen. Keenam, Priya Ramadhani di popularitas 14,59 persen dan kesukaan 6,90 persen. Ketujuh, Selamat Nurdin di popularitas 12,10 persen dan kesukaan 3,31 persen dan terakhir Ben Benjamin di popularitas 4,00 persen dan kesukaan 1,93 persen.
Husin membeberkan, popularitas bakal cagub DKI yang dipilih publik karena pertama dari figur, kompetensi, pengalaman calon, berjiwa inovasi, dan integritas. Kedua, dari faktor tim sukses yang kuat dan solid serta berpengalaman.
Ketiga dari mesin politik untuk mobilitas dukungan jaringan alat dalam menggerakkan mesin politik. Kelima, logistik, artinya untuk menggerakkan dukungan perlu logistik.
"Perlu digarisbawahi, masyarakat baru mengetahui pemilukada DKI 42 persen. Artinya perlu kerja keras KPU untuk sosialisasi pemilukada DKI Jakarta mencegah tingginya golput," kata Husin.
Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin error 2,8 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. Koresponden menyebar ke 6 wilayah Jakarta dengan 1.250 sampel mulai 26 Desember 2011-15 Januari 2012.
(nik/ndr)











































