"Sidang kita hari ini memiliki agenda yaitu mendengarkan laporan dan presentasi dari Menhan dan menteri terkait berkaitan lanjutan pembangunan Indonesian peace and security center yang ada di kawasan Sentul yang sudah dilakukan 2 tahun terakhir dan kita harapkan selesai paling lambat 2014," ujar SBY saat membuka sidang kabinet terbatas di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Kamis (2/2/2012).
Menurut presiden, IPSC sangat penting karena berkaitan dengan tugas pokok untuk menjaga perdamaian dunia. Indonesia merupakan negara yang sangat aktif berkontribusi dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia. Di dalam IPSC juga difasilitasi laboratorium bahasa untuk pasukan yang akan dikirim menjaga perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam kompleks IPSC juga terdapat tempat latihan tanggap darurat menghadapi bencana alam. Diharapkan dengan adanya tempat pelatihan tersebut negara siap bila suatu saat menghadapi ancaman bencana alam.
"Kemudian untuk melawan terorisme juga misi kita semua, bukan hanya jajaran kepolisian dan TNI tapi semua pihak, maka patut kita bangun di sana. Kita juga ingin memiliki kampus yang representatif untuk universitas pertahanan meskipun lembaga pendidikan ini berjalan baik, tapi perlukan fasilitas yang lebih representatif," ujar SBY.
SBY meresmikan penggunaan Indonesian Peace and Security Center (IPSC) di Bogor pada 18 Desember tahun lalu. IPSC merupakan pusat misi pemeliharaan perdamaian bertaraf internasional yang terbesar di ASEAN. IPSC menempati lahan seluas 261,712 hektare di Bukit Merah Putih, Citeureup, Sentul, Bogor. Nantinya, IPSC akan memiliki lima lembaga, yaitu Peace Keeping Center, Markas Pasukan Siaga TNI, Pusat Bahasa, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme (PPPT), serta Pusat Pelatihan Penanggulangan Bencana (PPPB).
(her/did)










































