"Ya masih mahal, Rp 14 miliar hanya dipotong Rp 6 miliar itu masih mahal," kata Marzuki yang juga Ketua BURT DPR kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).
Menurut Marzuki banyak fasilitas impor lain yang harus dibongkar. Sehingga penghematannya bisa lebih besar. "Mahal itu, harus dikurangi apa yang membuat mahal," pintanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin sudah dihitung sekitar R 5,7 atau hampir Rp 6 miliar penghematan. Memamg dari segi itu masih tinggi. Tapi satu hal yang kita inginkan ruang itu seharusnya tidak mewah. Untuk ke depan untuk ruang DPR, 2 syarat, tidak mewah dan tidak impor," tandasnya.
(van/did)











































