Mendikbud: RI Harus Jadi Pusat Kajian Antropologi Asia

Mendikbud: RI Harus Jadi Pusat Kajian Antropologi Asia

- detikNews
Kamis, 02 Feb 2012 13:55 WIB
 Mendikbud: RI Harus Jadi Pusat Kajian Antropologi Asia
Jakarta - Indonesia akan menggelar konferensi bertema Unity Diversity dan Future atau kesatuan dan keanekaragaman dan masa depan bangsa. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh berharap Indonesia kelak menjadi pusat penelitian antropologi se Asia.

"Kita akan berikan dukungan penuh tentang pusat studi di Indonesia. Centralnya harus tetap di Indonesia. Kegiatan konferensi itu road map sebagai pusat studi Indonesia dan pusat studi Asia," ujar M Nuh.

Hal ini ia sampaikan usai mendampingi Presiden SBY menerima kunjungan pakar genetik dan struktur DNA asal Oxford University Profesor Stephen Oppenheimer di kantor presiden Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut M Nuh, bangsa Indonesia memiliki peradaban kuno di masa lalu. Misalnya peradaban Sangiran yang umurnya diperkirakan 2 ribu tahun SM.

"Artinya, sejak dulu kita sudah ada dan bisa asal usulnya pun dari beragam berbagai negara dan bangsa. Di situlah relevansi dari tema konferensi itu. Apalagi diperkuat dengan Oppenheimer itu," terangnya.

Hal senada juga ditambahkan oleh rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar Rusliwa Soemantri. Menurut Gumilar yang merujuk penelitian ilmiah yang dilakukan Universitas Oxford menunjukkan di masa lalu ada sebuah kontingen yang diberi nama Sunda kontingen yang menyatukan kawasan di Asia Tenggara termasuk Kalimantan, Sumatera dan Jawa.

"Karena satu lain hal karena air laut peradaban di masa lalu menjadi hilang," tambah Gumilar.

Hal inilah yang tadi didiskusikan oleh presiden SBY dengan Oppenheimer. Namun hal tersebut masih perlu kajian lebih lanjut.

"Presiden mengusulkan mengadakan konferensi lanjutan. Menginginkan adanya energi baru semangat di Asia Tenggara. Perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk cari bukti dan tesis yang perlu dibuktikan," ucap Gumilar.

(her/nik)


Berita Terkait