Jembatan Cisanggiri putus, Senin (9/1/2012) lalu akibat tertipa pohon tumbang. Sejak itu, sebagian siswa menyeberangi sungai dengan cara berenang, lalu merayap di tebing bak cicak. Sisanya, naik rakit bambu. Alhasil, pakaian para siswa kotor atau basah terkena air.
"Sekarang, sepatu dan seragam nggak basah lagi. Ada perahu karet bantuan polisi," ujar Ervina (7), siswi SDN Mekarmukti 2, Kamis (2/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dilarang masuk sekolah sama orang tua. Takut celaka kalau air sungainya sedang meluap", ungkapnya.
Pemkab Garut berjanji akan membangun kembali jembatan itu. Tapi hingga kini, janji tersebut tidak terwujud. Padahal warga setempat berharap sangat jembatan gantung tersebut segera diperbaiki sehingga bisa digunakan sebagai akses keluar masuk daerah sekitar.
"Warga memugar bukit secara swadaya agar jembatan gantung yang akan dibangun", ujar Hikmat, tokoh pemuda desa setempat.
(/try)











































