Perampok Berpistol Gasak Uang Koperasi di Boyolali

Perampok Berpistol Gasak Uang Koperasi di Boyolali

- detikNews
Kamis, 02 Feb 2012 11:55 WIB
Boyolali - Dua perampok menyatroni kantor koperasi pedagang pasar di Boyolali, Kamis (2/2/2012) dinihari. Setelah menyekap dan menondongkan sebuah pistol kepada penjaga malam, dua perampok itu membawa lari uang tunai yang disimpan di kantor koperasi tersebut.

Koperasi Pedagang Pasar 'Makmur Abadi' yang berada di Desa Kuwiran, Banyudono, Boyolali, dinihari tadi disatroni perampok. Perampok berjumlah dua orang itu langsung masuk areal kantor dengan cara merusak kunci gembok pintu gerbang dan selanjutnya menjebol pintu samping bagian belakang.

Dalam waktu singkat, perampok langsung masuk ke kantor koperasi dan melumpuhkan Sunarto, petugas jaga malam yang piket malam itu. Sunarto ditodong dengan sebuah benda mirip pistol. Mulutnya disekap dengan lakban, tangan dan kakinya diikat.

Selanjutnya kedua perampok leluasa mengacak-acak isi kantor koperasi yang terletak di pinggir jalan raya Solo - Semarang tersebut. Pelaku membobol pintu kamar tempat penyimpanan brankas. Mereka juga sempat memindahkan brankas besi namun gagal membuka dan membawanya kabur. Brankas itu hanya bergeser sekitar 1 meter dari lokasi semula.

Perampok kemudian menjebol tempat-tempat yang dimungkinkan untuk menyimpan uang. Mereka akhirnya berhasil mengambil kotak tempat penyimpanan uang di lemari. Perampok 'hanya' menemukan uang sebesar Rp 16.800.000 di dalam kotak uang tersebut. Tak cuma itu, uang tunai Rp 1 juta lebih milik Sunarto juga dirampas. Kedua perampok kemudian kabur membawa uang tunai Rp 17.800.000.

Setelah mendapat laporan dari pemilik koperasi, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. "Dari kesaksian korban yang disekap, pelaku sempat menodongkan sebuah benda menyerupai senjata api jenis pistol. Namun belum bisa dipastikan apakah benda tersebut benar-benar pistol senjata api atau hanya pistol mainan," ujar Kapolsek Banyudono, AKP Joko Sugiyanto, di lokasi kejadian.

(mbr/try)


Berita Terkait