Polri Tegaskan Kematian Kakak-Beradik FS & G Karena Gantung Diri

Polri Tegaskan Kematian Kakak-Beradik FS & G Karena Gantung Diri

- detikNews
Kamis, 02 Feb 2012 03:10 WIB
Jakarta - Tahanan yang merupakan kakak beradik berinisial FS (14) dan G (17), ditemukan tewas di dalam penjara Polsek Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). Untuk menyelidiki penyebab tewasnya dua remaja tersebut, Polri mengirimkan tim dokter forensik untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurut Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri, Brigjen Pol Mussadeq Ishak, dari hasil analisis penyidik dan visum dua jenazah yang dilakukan RS Saiful Jamil di Padang, penyebab kematian karena kekerasan benda tumpul pada leher. Akibatnya, kakak beradik itu mati lemas.

"Dari uraian tim ahli, kami simpulkan sebab kematian akibat kekerasan tumpul pada leher yang sebabkan mati lemas. Sesuai kasus gantung diri dan itu based analisis olah TKP," terang Mussadeq saat rapat kerja Kapolri dengan Komisi III DPR, Rabu (1/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memaparkan kembali bahwa jenazah keduanya ditemukan tergantung di tahanan Polsek Sijunjung. Kemudian, pada tanggal 29 dilakukan visum oleh dokter forensik dari RS Saiful Jamil.

Jenazah ditemukan tergantung dengan bahan pakaian seperti tali. Di tempat kejadian juga ditemukan tali lebih kurang 50 sentimeter.

"Kemudian kami lakukan analisis hasil otopsi berdasarkan hasil itu. Dan disebutkan, tidak ditemukan luka di daerah vital, kepala, dada, perut dan punggung. Dari hasil otopsi ditemukan resapan darah di leher sehingga jeratan dilakukan saat orang masih hidup dan dalam visum ada gejala mati lemas di organ vital," jelasnya.

Hasil temuan ini lanjut Mussadeq telah disampaikan ke Komnas HAM berikut foto-fotonya. "Dan Komnas HAM tak lagi permasalahkan," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumatera Barat, Brigjen Pol Wahyu Indra Parmugari membenarkan jika memang telah terjadi penganiayaan pada kedua korban. Namun, penganiyaan itu bukan yang menjadi jalan penyebab keduanya tewas.

"Berdasarkan pengusutan pidana yang berjalan, ada penganiayaan tapi tidak berkaitan dengan sebab kematian," jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa tidak ada rekayasa dalam kasus ini. Kematian keduanya murni karena gantung diri.

"Komisi III sudah membenarkan bahwa tidak ada rekayasa dalam kematian keduanya. Mereka gantung diri. Salah seorang memilin-milin kaos warna kuning berlengan panjang. Ini kemudian dibuat seperti tali dan direkatkan dengan kain pel. Berarti ada fakta dia sudah berkeinginan kuat untuk bunuh diri," ungkap Wahyu.

(lia/mad)


Berita Terkait