"Semua itu seizin Kapolri," kata Nanan di sela Rapat Kerja DPR dan Kapolri, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/2/2012).
Nanan menjabat dua jabatan penting dan bergengsi dalam dua organisasi besar, yaitu sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI), Ketua Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) dan Ketua Harley Davidson Club Indonesia (HDCI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menampik dua kegiatan yang diikutinya itu tidak berkaitan dengan tugas kepolisian. Misalnya soal senjata yang erat kaitannya dengan penertiban senjata dan otomotif yang berkaitan dengan budaya berlalu-lintas.
"Waktu saya sudah jadi ketua (HDCI), saya bilang tidak boleh ada lagi yang pake sirine, kecuali petugas. Sekarang tidak ada lagi arogansi. Jadi semuanya ada hubungannya," paparnya.
Di dunia otomotif, Nanan berkeinginan untuk mensinergikan dengan tugas kepolisian. Dia mencontohkan aksi balap liar yang marak di jalanan.
"Nanti semua harus balap di sirkuit. Karena program saya nanti semua provinsi harus punya sirkuit," kata Nanan.
Nanan menambahkan, dia menjabat sebagai Ketua HDCI terhitung dari tahun 2011-2015. Sementara di Perbakin mulai tahun 2010 hingga 2014.
Trimedya mempertanyakan pembagian tugas Nanan sebagai Wakapolri dengan jabatan lain yang diemban Nanan. Menurut dia, selama 10 tahun berada di DPR, tugas Wakapolri adalah mengurus internal dan Ketua Dewan Kebijakan Tinggi.
"Saya enggak tahu apakah Wakapolri punya waktu yang besar?" tanya Trimedya.
(ahy/mad)










































