"Berdasarkan ucapan Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN), atapers berawal dari Cilebut, Citayam dan Bojong Gede," ujar Humas KRL Mania, Agam Fatchurrochman, kepada detikcom, Rabu (1/2/2012).
Menurut pria yang biasa menggunakan commuter line dari Serpong ke Sudirman ini, seharusnya PT KAI mencegah adanya atapers yang berada di Cilebut, Citayam dan Bojong Gede. Jika sapu-sapu atap diutamakan dipasang di Jakarta-Manggarai, maka pemasangan alat tersebut akan sia-sia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sapu-sapu atap penghalau atapers berbentuk seperti sapu lidi. Alat ini akan dilumuri bahan cair yang tidak disukai manusia namun tetap aman. Untuk perawatannya, sapu-sapu atap yang menggunakan kain webbing cukup disemprot dengan menggunakan tongkat panjang dan dipompa.
Pemasangan sapu-sapu atap dilakukan pada Februari ini. Sebelumnya, pemasangan ditargetkan akhir Januari. Namun karena terkendala hujan, maka pemasangan akan dilakukan bulan ini pada pukul 00.00 WIB-04.00 WIB karena kereta dari listrik.
Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers alias orang yang suka naik ke atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.
(nik/vta)










































