4 Putusan Kontroversial Hakim Agung Penghukum Rasminah

- detikNews
Rabu, 01 Feb 2012 11:00 WIB
Jakarta - Putusan Mahkamah Agung (MA) 130 hari penjara untuk Rasminah menuai kontroversi. 2 Hakim agung, Imam Harjadi dan Zaharuddin Utama, ternyata bukan kali ini saja membuat putusan yang memicu polemik. Dia pulalah yang menghukum Prita Mulyasari bersalah.

Berikut catatan detikcom atas track record dua hakim agung tersebut seperti tercatat detikcom, Rabu (1/2/2012):

1. Kasus Prita Mulyasari

Imam Harjadi dan Zaharuddin Utama menyatakan Prita bersalah dan menghukum 6 bulan penjara dengan percobaan satu tahun penjara. Satu majelis hakim lainnya, hakim agung Salman Luthan menghukum bebas Prita.
Saat itu, Imam Harjadi sebagai ketua majelis dan Zaharuddin Utama hakim anggota. Suara Salman yang menghukum Prita bebas kalah dalam voting.

Prita menjadi terpidana kasus pencemaran nama baik RS Omni Internasional, Tangerang. Saat ini kasusnya dalam proses peninjauan kembali (PK).

2. Kasus pembunuhan Alda Risma

Pada 2 Februari 2011 Imam Harjadi dan Zaharuddin Utama mengabulkan permohonan PK pembunuh artis Alda Risma, Ferry Surya Perkasa. Alhasil, Ferry yang sebelumnya diganjar 15 tahun penjara, mendapat diskon sehingga Ferry hanya diganjar 8 tahun.

Alhasil, Ferry Surya Perkasa dibebaskan dari Lapas Cipinang pada 13 Mei 2011. Ferry menjalani pembebasan bersyarat setelah Imam Harjadi dan Zaharuddin Utama mengabulkan PK Ferry.

Alda ditemukan tewas pada Rabu (13/12/2006) silam di kamar 432 Hotel Grand Menteng, Jakarta Pusat. Pelantun lagu 'Aku Tak Biasa' itu tewas over dosis akibat penggunaan obat-obatan terlarang. Di sekujur tubuh penyanyi asal Bogor, Jawa Barat, tersebut ditemukan 25 titik bekas suntikan.

Ferry dinyatakan terbukti bersalah melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya tersebut. Ia divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur 15 tahun penjara pada 9 Agustus 2007.

3. Kasus Artalyta Suryani

Imam Haryadi mengurangi hukuman Artalyta Suryani alias Ayin dari 5 tahun menjadi 4 tahun 6 bulan penjara. Padahal di tingkat kasasi, Artalyta dihukum lima tahun penjara dan denda Rp 250 juta karena terbukti menyuap jaksa Urip Tri Gunawan sebesar 660 ribu dollar AS.

Imam Haryadi bergabung dengan anggota majelis hakim lain yang terdiri dari Djoko Sarwoko (ketua), Hatta Ali, Krisna Harahap dan Sofyan Martabaya.

4. Kasus Rasminah

Imam Haryadi dan Zaharuddin Utama menghukum terdakwa Rasminah dalam kasus pencurian 6 piring dengan hukuman 130 hari penjara. Satu hakim agung yang juga ketua majelis, Artidjo Alkotsar, menghukum bebas karena menilai Rasminah tidak mencuri. Namun suara Artidjo kalah voting.


(asp/vta)