Kala PKS kehilangan kursi Menristek, para "dewa" di Majelis Syuro PKS langsung mewacanakan Mukernas. Seolah PKS sedang dalam posisi genting di antara bertahan dalam komitmen koalisi yang semu, atau keluar menjadi oposan.
Namun kemudian wacana tersebut berlalu begitu saja. Rencana Mukernas ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nasir, PKS masih merasa perlu di koalisi. Koalisi, saat ini hanya dirasa perlu kesepakatan baru masalah komitmen.
"Artinya sampai sekarang PKS tetap di dalam koalisi. Koalisi itu penting untuk merealisasikan komitmen dan pertanggungjawaban yang jelas,"paparnya.
Lalu apakah PKS akan melewati Pemilu 2014 dalam bingkai koalisi? Tak takutkah suara PKS akan tergerus karena bayang-bayang PD sebagai pimpinan koalisi? "Kita tidak takut oleh bayang-bayang apa pun," jawab Nasir yakin.
(van/nrl)











































