"Keluarga korban tidak dikasih tahu bahwa mereka akan dipertemukan dengan puhak tersangka. Mereka kecewa dengan pihak televisi karena tidak memberitahukan hal itu kepada mereka sehingga mereka pulang sebelum acara dimulai," ujar Ronny Talapesy selaku kuasa hukum 4 korban warga Tanah Tinggi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/1/2012).
Ronny mengungkapkan, sedianya keluarga korban yalni Hudzaifah, Firmansyah, Buchary dan Akbar menghadiri undangan salah satu televisi dalam program khusus malam ini. Namun, tanpa pemberitahuan kepada keluarga keempat korban, keluarga Afriyani juga ternyata hadir dalam acara tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ronny menambahkan, dipertemukannya keluarga korban dan tersangka dalam forum seperti itu tidak akan membuat suasana kedua pihak membaik. Ronny khawatir, perdebatan masing-masing 'kubu' justru akan menambah keruh suasan.
"Keluarga korban ini masih terluka dan mereka orang yang awam hukum. Takutnya nanti malah jadi ribut," ujar Ronny.
Ronny menambahkan, keluarga korban sudah memaafkan Afriyani. Dan bila keluarga Afriyani hendak meminta maaf, sebaiknya tidak dalam forum publik seperti itu.
"Kalau mau datang langsung ke rumah keluarga korban, jangan di forum seperti itu. Itu kan menyakitkan hati keluarga korban," tambah Ronny.
Sementara itu, Jumari selaku kakak (alm) Akbar mengaku meninggalkan lokasi acara karena belum siap bertemu dengan keluarga Afriyani. Jumari mengaku ia dan tiga kerabatnya tidak pernah diinformasikan oleh panitia acara mengenai pertemuan dengan keluarga tersangka.
"Tadi kita tidak dikasih tahu, saya pikir mau ada wawancara seperti biasa. Tapi ternyata ada keluarga Afriyani juga, kesannya kita mau diadu, kami tidak mau seperti itu. Kalau memang keluarga Afriyani mau meminta maaf, datang langsung ke rumah, ada aparat nantinya," ujar Jumari saat dihubungi secara terpisah.
(mei/vta)











































