"Dari CCTV yang kita dapatkan dari hotel, ada 16 orang yang mendatangi kamar korban. Diantara 16 orang tersebut ada tiga tersangka pembunuh bos PT Sanex Steel itu. Yang sebelumnya sudah menyerahkan diri," ujar Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) AKBP Helmy Santika, di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Selasa (31/1/2012).
Meski sudah mengetahui jumlah orang yang mendatangi kamar Tan Hary, Helmy belum bisa menentukan berapa orang yang berada di kamar saat pembunuhan.
"Di kamar tersebut tidak ada CCTV, sehingga kita tidak bisa memastikan berapa orang yang ada di kamar korban," tuturnya.
Motif pembunuhan kasus ini sendiri hingga kini masih dalam pengembangan pihak kepolisian. Namun menurut pengakuan tiga tersangka yang sudah menyerahkan diri, motifnya karena masalah upah kerja sebesar 600 juta rupiah yang belum dibayarkan oleh korban. Korban yang ditagih masalah pembayaran upah tersebut malah memarahi para tersangka yang akhirnya membuat mereka tersulut emosinya.
"Menurut ketiga tersangka, setelah dicaci maki mereka menjadi emosi. Salah seorang tersangka, T, mengeluarkan pisau dan menusuk korban di perut. Lalu pisau diambil oleh A. A menusuk korban di pinggang. Terakhir, C menggorok leher korban," jelasnya.
(nal/nal)











































