"Sebelum ada keputusan hukum, sebelum menjadi tersangka, Anas Urbaningrum tetap melaksanakan tugasnya dengan baik," kata TB Silalahi, kepada detikcom, Selasa (31/1/2012).
Ia juga menyatakan, mencuatnya isu pelengseran Anas Urbaningrum ini menambah kerunyaman di PD. "Runyamnnya PD ini, karena sembarang orang sembarangan ngomong macam-macam. Saling ngomong, hantam sana, serang sini. Isu dibesar-besarkan. Kalau setiap kader menahan diri, itu tidak akan terjadi. Isu ini malah akan merugikan partai," tegas mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) di era Soeharto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah menurunnya citra ini karena kader-kader sendiri? Ya itu semua dibicarakan. Tapi tidak ada pembicaraan untuk menggantikan Ketua Umum. Kalau pun ada permintaan perbaikan, ya itu harus segera dilakukan dengan konsolidasi dan pelatihan kepada kader semua," ujarnya.
Menurut TB Silalahi, apa yang dituduhkan kepada Anas Urbaningrum selama ini belum ada bukti yang kuat. Sebab, selama ini penyebutan nama keterlibatan Anas dalam kasus hukum sebatas komentar dan pernyataan yang dilemparkan Nazaruddin. Karena itulah sampai sejauh ini belum ada pemikiran dari Dewan Pembina terkait pergantian Ketua Umum.
Lantas mengapa isu itu muncul?
"Jadi ini barangkali ada banyak kepentingan di partai sendiri, yang lepas dari kepentingan partai secara umum. Masing-masing berbicara seperti itu dan saling mengembangkan isu. Itu yang akan merugikan partai sendiri," tegasnya lagi.
Ditanya soal ada rencana pembentukan caretaker untuk membuat Kongres Luar Biasa (KLB), kembali TB Silalahi menyatakan hal itu tidak ada. "Saya jamin tidak ada itu, karena memang tidak ada alasan untuk KLB. Kalau ada KLB, itu kalau umpamanya ada persoalan besar, bukan soal Ketua umum saja, tapi kalau ada tsunami dalam partai. Sekarang kan belum ada tsunamai itu. jadi tidak ada KLB itu," jawabnya.
(zal/lh)











































