Tarif Air Mahal, ICW Lapor Dugaan Korupsi PAM Jaya ke KPK

Tarif Air Mahal, ICW Lapor Dugaan Korupsi PAM Jaya ke KPK

- detikNews
Selasa, 31 Jan 2012 17:40 WIB
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) melaporkan dugaan korupsi yang dilakukan PAM Jaya dan rekanan kerjanya, PT Palyja beserta PT Aetra, ke KPK. ICW menduga ada penyimpangan dalam kerja sama tersebut sehingga menyebabkan tingginya harga air minum di Jakarta.

"Di Jakarta untuk wilayah kerja Palyja tarifnya adalah Rp 7.800. Sedangkan untuk wilayah Aetra dipatok harga Rp 6.800," kata Agus Sunaryanto, Koordinator Divisi Investigasi ICW, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Tarif ini, jelas Agus, terbilang berbeda jauh dengan tarif air yang ada di Surabaya dengan rata-rata Rp 2.600. Sementara untuk wilayah Bekasi, pelanggannya dikenakan tarif Rp 2.300.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menjelaskan dalam kerja sama antara PAM Jaya dan dua operator air baku yang telah berlangsung 13 tahun itu, ketiganya membuat kesepakatan setiap 5 tahun sekali (rebasing). Kesepakatan menghasilkan harga air dan target teknis untuk 5 tahunan.

Agus menduga ada penyimpangan yang dilakukan ketiga pihak tersebut dalam penetapan tarif air kepada pelanggannya.

"Kami menduga ada rekayasa antara PAM Jaya dengan swasta terkait kelonggaran keuntungan yang didapatkan swasta," ucap Agus.

Dengan laporan tersebut Agus berharap KPK segera turun tangan menelusuri indikasi penyimpangan dalam proses rebasing. "Kami minta KPK menelusuri indikasi penyimpangan kerja sama PT PAM Jaya dengan mitra swasta," tegas Agus.

(ahy/vta)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini