Rupanya pihak Setjen DPR belum bisa membongkar perlengkapan impor dari ruang rapat baru Banggar DPR. Alasannya, karena belum ada kesepakatan dengan kontraktor.
"Belum. Setjen itu akhirnya mau diganti. Tapi harus ada penyesuaian dulu. Jadi belum bisa diganti begitu saja. Nanti dibicarakan lagi nilai proyeknya bagaimana," ujar Ketua Biro Humas Setjen DPR, Jaka Winarko, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan gak bisa langsung perlu ada pembicaran dan negosiasi. Yang itu nanti pergantian akan dilakukan PP," kata dia.
Jaka menambahkan, dasar pergantian harus ada kesepakatan. Mengingat sudah ada kontrak pembelian seperti kursi impor. Kursi impor memang jadi prioritas untuk dibongkar.
"Untuk semnetara yang diganti kursinya, datanya nanti kita berikan," tandasnya.
(van/ndr)










































