Demikian disampaikan Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, menanggapi pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR tentang program e-KTP (30/1). Tanggapan disampaikan Julian melalui telepon, Selasa (31/1/2012).
"Presiden memahami adanya kendala teknis di lapangan, namun percaya semua dapat diatasi," kata Julian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"e-KTP perlu didukung dan disukseskan mengingat manfaatnya lebih besar dibanding KTP konvensional. Kemendagri perlu memastikan proses perubahan KTP menjadi e-KTP berjalan dengan baik," sambung Julian.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi di dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR mengeluhkan jajaran pemerintah daerah yang dinilai kurang berusaha keras melaksanakan program e-KTP. Padahal tenggat waktu tuntasnya program itu pada April 2012.
Untuk keperluan mengejar tenggat waktu, dia akan mengadakan rapat konsolidasi ulang dengan jajaran pemerintah daerah. Bila sampai pada tenggat waktunya e-KTP tak kunjung tuntas, mantan Gubernur Sumatera Barat itu akan mengundurkan diri sebagai mendagri dari KIB II.
"Kita akan buat komitmen lagi. Kalau mereka masih ingkar, saya tidak mengerti lagi. Apa memang sudah nasib saya yang harus mundur 2012?" ujar Gamawan.
"Saya ini kan lelaki. Sekali katakan mundur, ya mundur. Saya bukan banci," tegas Gamawan usai rapat dengan komisi II DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/1/2012).
(lh/nrl)











































