"Ada kekuatan politik lain yang menyandera. Niatan mereka untuk 2014, agar bisa menyalip PD," jelas Mubarok yang juga anggota Dewan Pembina PD saat dihubungi detikcom, Selasa (31/1/2012).
Mubarok menilai sebenarnya wajar saja kekuatan politik itu ingin menyalip, tetapi tentu dengan cara yang elegan. "Jangan digoreng teruslah," tambahnya.
Salah satu bahan tembak kekuatan politik itu melalui kasus Wisma Atlet, padahal PD patuh dan mengikuti kasus hukum. "Tapi kita tenang saja, dari psikologi politik, yang dizalimi itu selalu mendapat simpati publik," tutur mantan ketua pemenangan Anas Urbaningrum di kongres PD di Bandung beberapa waktu lalu.
(ndr/vta)











































