"Demokrasi tegak dengan kekuatan hasrat nurani," kata Anwar Ibrahim dalam pidato kebudayaan yang bertajuk 'Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik' di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Senin (30/01/2012).
Penilaian itu diperkuatnya dengan mengutip tulisan seorang filsuf Perancis yang menuliskan demokrasi itu hidup karena hati nurani manusia yang menginginkan kebebasan, yang benci dengan korupsi dan kezalimin.
"Yang menganggap kebebasan itu sesuatu yang mutlak dan mesti ada," tambah Anwar.
Selain itu, menurut Anwar, rakyat memiliki peranan penting dalam menumbuhkan demokrasi. Peran itu diwujudkan dalam keinginan yang menyeluruh terhadap keadilan, penolakan keras terhadap kezaliman dan pematian hak asasi manusia.
"Ini yang mengangkat kesadaran yang menentukan akhirnya berjayanya dalam peletakan demokrasi," tutur Anwar yang mengenakan kemeja putih dan dilapisi jas hitam.
"Ada perbedaan ide, pertembungan (tabrakan) ide, tapi tidak ada pertembungan dari keinginan menyeluruh menginginkan keadilan," tandas Anwar.
(did/did)











































