Tak Hanya Syafii, Tini pun Bertahan Hidup dengan Memungut Sampah

Tak Hanya Syafii, Tini pun Bertahan Hidup dengan Memungut Sampah

- detikNews
Senin, 30 Jan 2012 18:21 WIB
Tak Hanya Syafii, Tini pun Bertahan Hidup dengan Memungut Sampah
Jakarta - Kisah seorang tukang sampah di Jakarta bernama Imam Syafii, menjadi ulasan khusus yang ditayangkan oleh media Inggris, BBC Two. Adapun 'Syafii' lainnya masih tersebar di berbagai penjuru Jakarta, bahkan hanya sepelemparan batu dari Istana Merdeka.

"Saya mengumpulkan sampah di seputaran Cikini. Bisa sampah keluarga atau kantor," kata Tini (51) kepada detikcom saat di temui di Jalan Cikini Raya, Jakarta, Senin (29/1/2012).

Mengenakan pakaian kumal, Tini terseok-seok menarik gerobak dengan tangan kasarnya. Suami Tini pun memiliki pekerjaan serupa. Adapun kedua anaknya tidak jauh berbeda yaitu menjadi pemulung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau malam tidur di bawah jalan layang kereta api di Cikini. Sering diusir petugas tapi ya balik lagi. Habis mau bagaimana," kisah Tini dengan tegar.

Tini mengawali rutinitasnya pukul 04.00 WIB hingga jelang siang. Lantas dia lanjutkan lagi pukul 15.00 WIB hingga jelang pulang kantor.

"Berat pekerjaan ini. Tapi mau bagaimana lagi," tutur Tini.

Tini menginjakkan kakinya di Jakarta 4 tahun lalu. Sebelumnya dia mencari sesuap nasi di Surabaya sebagai kuli pasar. "Hasilnya sekarang asal cukup buat makan. Sebulan dapat Rp 130 ribu," kisah wanita berperawakan kecil ini.

Seperti diketahui, dalam tayangan di BBC Two yang diberi judul 'The Toughest Place to be A Binman' menceritakan tukang sampah asal London Wilbur Ramirez yang datang ke Jakarta. Di Jakarta dia mencoba untuk menjalani profesinya sebagai tukang sampah di Jakarta bersama dengan Imam selama 10 hari.

Program ini ditayangkan pada Minggu (29/1) sekitar pukul 21.00 waktu setempat.

Di London, Wilbur terbiasa bekerja dengan menggunakan peralatan canggih dan otomatis dengan menumpang mobil sampah yang ber-AC serta didampingi oleh rekannya. Namun di Jakarta, Wilbur harus menanggalkan semuanya dan berjibaku dengan panas dan peralatan sederhana.


(asp/vta)


Berita Terkait