Tuntut Permudah Bayar Pajak, Penarik Betor di Medan Sweeping Jalan

Tuntut Permudah Bayar Pajak, Penarik Betor di Medan Sweeping Jalan

- detikNews
Senin, 30 Jan 2012 12:45 WIB
Medan - Seratusan penarik becak bermotor (betor) menggelar aksi demonstrasi di gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut), menuntut agar mereka dapat membayarkan pajak betornya sendiri tanpa melalui koperasi, Senin (30/1/2012) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi sempat memanas saat penarik betor melakukan sweeping dan memaksa betor lainnya untuk ikut aksi.

Penarik betor yang tergabung dalam Komunitas Betor Sumut ini juga memblokir Jl Imam Bonjol Medan. Akibatnya, terjadi kemacetan arus lalu-lintas.

Aksi sweeping tidak hanya dilakukan di Jl Imam Bonjol, penarik betor juga menghadang betor yang melintas di Jl Maulana Lubis. Sempat terjadi adu mulut antara pengunjuk rasa dengan penarik betor yang menolak ikut dalam aksi dengan alasan masih mengangkut penumpang. Penarik betor yang tidak bisa menolak, terpaksa menurunkan penumpang di tengah jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komunitas Betor Sumut (KBS), Boasa Simanjuntak mengatakan, DPRD Sumut harus mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, Gatot Pujonugroho memerintahkan Dinas Pendapatan Provinsi Sumut menerima pembayaran pajak betor plat kuning secara pribadi.

Selama ini pembayar pajak betor harus melalui koperasi yang dinilai sangat menyulitkan. Selain itu, penarik betor juga mendesak agar pembelian betor dapat dilakukan secara pribadi tanpa harus melalui koperasi.

"Tidak ada peraturan atau undang-undang yang mewajibkan pembelian betor harus melalui koperasi. Tetapi faktanya, masyarakat tidak bisa membeli betor plat kuning secara pribadi, harus melalui koperasi. Ini permainan pemilik modal dangan pejabat pemerintah," kata Boasa.

Boasa juga mengatakan, jika tuntutan tidak dipenuhi, penarik betor mengancam tidak akan membayar pajak betornya.

(rul/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini