"Badai tropis Iggy yang menyebabkan angin kencang pekan lalu mulai menjauh dari Indonesia menuju Australia. Diperkirakan kondisi ekstrem akan berangsur normal," kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/1/2012).
Menurut dia, seiring kepergian bagai ini ke arah selatan, kecepatan angin mulai berkurang. "Dilihat dari dinamika atmosfer wilayah, secara umum kembali normal. Meskipun dari sifat lokal harus tetap diikuti peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG). LAPAN secara umum mengkaji aspek fenomenanya," papar Djamaluddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kondisi tekanan rendah lalu menumbuhkan badai tropis, semacam menyedot udara dari sekitar wilayah Indonesia sehingga kemudian memicu terjadinya angin kencang dan hujan lebat," papar Djamaluddin.
Pria berkacamata ini mengingatkan potensi-potensi yang harus diwaspadai ketika efek gabungan terjadi. Misalnya ketika intensitas curah hujan dan kecepatan angin lebih dari normal menimbulkkan bahaya yang meningkat.
"Perlu diwaspadai juga efek gabungan dari angin kencang plus curah hujan tinggi, angin kencang plus pasang maksimum di daerah pantai. Juga pasang maksimum plus curah hujan tinggi menimbulkan banjir di daerah pantai," terang Djamaluddin.
(vit/ndr)










































