Menurut pemimpin oposisi Malaysia ini, hal-hal kecil jangan sampai membuat hubungan antardua negara menjadi sulit dan dirugikan satu sama lain.
"Isu remeh kecil tidak harus mempersulit kerangka besar kerjasama. Soal budaya, agama, pendidikan, atau sejarah itu terlalu utama, terlalu penting untuk mendasari hubungan dua negara," ujar Anwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia mengaku lelah melihat dua negara satu rumpun saling berebut budaya. Ia mencontohkan, bagaimana Indonesia dan Malaysia 'perang' memperdebatkan lagu daerah atau batik.
"Saya agak melelahkan bila melihat krisis kontroversi soal Rasa Sayange atau Batik. Kalau ada ketidaksepahaman antardua negara jangan dianggap besar. Jangan arogan. Jangan terlau sensitif. Harus ada penyesuaian yang cepat untuk hal-hal semacam ini," katanya.
Ia pun menegaskan, kebudayaan antarkedua negara itu masih berhubungan dan menjadi bagian satu sama lain.
"Saya masih menegaskan hubungan kebudayaan sangat penting. Sejarah kebudayaan yang kuat itu tidak bisa dipadamkan secara kolonial," tutur Anwar.
Tak hanya soal budaya, soal perbatasan negara dan perebutan pulau pun menurutnya harus segera diselesaikan. "Karena jika tidak diselesaikan, hal itu akan mencetuskan kondisi yang kurang kondusif. Jangan dibiarkan," tegasnya.
(tya/lrn)











































