"Belum sampai sepekan lalu, saya mendampingi ketua umum dan sekjen ke Palembang, itu 150 ribu peserta berdasarkan kupon, lebih dari itu yang datang dan mereka mengelukan Ibas dan Anas," kata Wasekjen DPP PD, Ramadhan Pohan, di sela-sela Malam Budaya Rakyat Merdeka 2012 di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (29/1/2012) malam.
"Kalau dilihat dari situ tidak ada penentangan apapun dari publik terhadap gonjang ganjing yang ada di media," sambung Ramadhan yang mengaku belum bisa menafsirkan lebih lanjut fenomena tersebut.
Mengenai nama Anas yang sering disebut saksi di persidangan kasus Nazaruddin, Ramadhan megatakan, pihaknya menyerahkan itu kepada proses hukum. Dia juga meminta semua pihak menjunjung tinggi asa praduga tak bersalah.
"Ketika disebut-sebut, itu harus diperkuat dengan minimal dua alat bukti, dan saat ini kan belum terbukti. Jadi kita harus tetap yakin Pak Anas itu bukan terperiksa, tersangka, terdakwa apalagi terpidana. Tetapi risiko politik itu barangkali harus seperti itu, serangan-serangan, informasi tidak benar, fitnah bertebaran," ujarnya.
(lrn/lrn)











































