14 Warga Tewas & 60 Luka Akibat Puting Beliung di Jawa & Bali

14 Warga Tewas & 60 Luka Akibat Puting Beliung di Jawa & Bali

- detikNews
Minggu, 29 Jan 2012 12:11 WIB
14 Warga Tewas & 60 Luka Akibat Puting Beliung di Jawa & Bali
Jakarta - Puting beliung menerjang 35 kabupaten/kota di Jawa dan Bali dalam empat hari terakhir. Korban keseluruhan mencapai 14 orang tewas, 60 luka, dan 2.364 rumah mengalami kerusakan parah dan ringan.

"Secara keseluruhan ada 14 orang meninggal dunia, 60 orang luka-luka dan 2.364 rumah rusak," tulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Dr Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis kepada detikcom, Minggu (29/1/2012).

Disebutkan, kerusakan ribuan rumah bervariasi, dari roboh hingga rusak ringan. Umumnya kerusakan karena terkena pohon roboh dan atap rumah yang terangkat oleh angin.

35 Kabupaten/kota yang diterjang puting beliung yakni Lebak, Tangerang, Pandeglang, Sukabumi, Bekasi, Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Majalengka, Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Ciamis, Bandung, Cianjur, Situbondo, Kediri, Blitar, Malang, Indramayu, Magelang, Boyolali, Semarang, Banyumas, Sleman, Jember, Wonosobo, Purbalingga, Banjarnegara, Ponorogo, Ngawi, Pasuruan, Magetan, Bangkalan, Sumenep, Tabanan, dan Denpasar,

14 Korban meninggal akibat kejatuhan pohon tumbang, yaitu 3 orang di Tabanan, 3 orang di Purbalingga, 2 orang di Kediri, 2 orang di Banyumas. Sedangkan di Jakarta Selatan, Wonosobo, Ciamis, dan Pasuruan masing-masing seorang.

"Berdasarkan jumlah kerusakan rumah yang terparah terjadi di Kepulauan Seribu, Banyumas, Banjarnegara dan Situbondo," terang Sutopo.

Menurut Sutopo, puting beliung yang masif ini sangat dipengaruhi adanya siklon tropis IGGY di selatan Nusa Tenggara dan Bali. Saat ini siklon tropis IGGY sudah makin melemah dan menjauhi wilayah Indonesia.

"BPBD dan pemerintah daerah bersama TNI/Polri, dinas terkait dan masyarakat telah memberikan bantuan penanganan bencana. Logistik dan peralatan bantuan BNPB yang diberikan kepada BPBD provinsi sebagian telah didistribusikan kepada korban," jelasnya.

(gun/nrl)


Berita Terkait