"Pelakunya sudah teridentifikasi dan kini sedang diburu, kami terhalang luasnya hutan," ujar Wakapolda Maluku, Kombes Herry Prastowo, kepada wartawan, di Ambon, Minggu (29/1/2012).
Akibat pembacokan itu, warga Desa Ulath dan Siri Sori Amalatu terlibat bentrokan pada Rabu (25/1/2012) lalu. Dua rumah terbakar, warga bernama Yoseph Tomasoa (39) yang tertembak pada bagian tulang belakang dan Yoseph Sapulette (37), tertembak pada paha kanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kini sedang melakukan penyelidikan intensif terkait bentrokan antar dua desa ini, termasuk juga penyelidikan terhadap penembakan dua warga tersebut. “Yang jelas kita masih menyelidiki siapa pelaku yang melepaskan tembakan dari arah hutan hingga mengena dua warga tersebut,” ucapnya.
Menurut informasi yang diterima detikcom, persitiwa bentrokan kedua desa tersebut berawal ketika isteri Alence Yohanes yang melewati jalur Desa Siri Sori Amalatu tepatnya di kawasan Dusun Wanahia, dicegat dan diganggu sekelompok pemuda desa itu. Tidak terima dengan pencegatan itu, istri anggota Polsek Saparua ini menghubungi suaminya melalui telepon seluler, sekaligus minta dijemput.
Selang beberapa menit datanglah Brigadur Yohanes. Setibanya di kawasan Dusun Wanahia, tiba-tiba terjadi perang mulut antara kelompok pemuda dengan anggota Polsek Saparua itu, dari adu mulut itulah terjadi pembacokan.
"Itulah yang memicu sehingga terjadilah bentrokan tersebut. Sampai saat ini juga belum ada pelaku yang diamankan terkait bentrokan ini," katanya. Bentrokan antar kedua desa itu berhasil diredam Polsek dan juga Brimob BKO yang ada di Saparua.
(lh/lh)










































